Desa Pasongsongan

Rabu, 15 Februari 2017

Perkembangan Budaya Lokal

Perkembangan Budaya Lokal di Desa Pasongsongan

              Budaya Sumenep adalah budaya yang tumbuh dan hidup dalam masyarakat Sumenep. Budaya Sumenep dikenal dengan budaya yang sangat menjunjung tinggi sopan santun.Pada umumnya karakter masyarakat Sumenep adalah periang, ramah-tamah (andep ashor), murah senyum, lemah-lembut, dan sangat menghormati orang tua.Itulah cermin budaya masyarakat Sumenep. Jika diamati melalui tutur bahasanya, di Madura, maka semakin ke Barat akan semakin kasar. Mulai dari paling timur yaitu Sumenep, Pamekasan, Sampang dan Bangkalan.Tutur bahasa masyarakat Sumeneplah yang paling halus dan ini juga berlaku bagi watak masyarakatnya.
       Kebudayaan Sumenep memiliki ciri khas tertentu yang membedakannya dari kebudayaan–kebudayaan lain. Secara umum masyarakat Madura dikenal sebagai masyarakat yang Gigih dalam bekerja, watak kasar, religius, dan sangat spiritual. Selain itu Sumenep juga memiliki sejumlah nilai-nilai lain seperti kesopanan, rendah hati terhadap sesama, hormat kepada yang lebih tua, dan menyayangi kepada yang lebih kecil. Pada kebudayaan Sumenep keseimbangan magis di pertahankan dengan cara melakukan upacara-upacara adat sedangkan keseimbangan sosial masyarakat Sumenep melakukan gotong-royong untuk mempertahankannya.

            Budaya Sumenep memiliki banyak kesenian, diantaranya adalah kesenian tradisonal musik tong-tong, musik hadrah,dan mancak yang biasanya di mainkan pada saat ada pagelaran kesenian dan lomba-lomba di Kota Sumenep. Desa Pasongsongan juga kaya akan tradisi-tradisi keagamaan yang menjadi kegiatan rutinan warga, seperti jama’ah hotmil qur’an (hataman al-qur’an), jama’ah rukun kifayah, muslimatan ibu fatayat, jama’ah tarekat naqshabandiyah wa al-qadariyah. Sedangkan tradisi keagamaan tahunan adalah tradisi samman, Sageddog dan rokat tase’.Semua kebudayaan  ini, tetap dilestarikan dan sudah  melekat pada masyarakat Pasongsongan.
Gambar Group musik tong-tong Angin Ribut 
Gambar Personel  musik tong-tong Angin Ribut 
        Saat ini peradaban manusia telah maju. Hal tersebut telah terbukti dari budaya-budaya modern yang muncul dan mengisi dimensi-dimensi kehidupan manusia mulai dari kehidupan rumah tangga sampai kemajuan teknologi industri dan informasi. Hal-hal tersebut menandakan bahwa masyarakat telah menikmati hasil cipta rasa, dan karsa yang berupa hasil-hasil budaya yang tergolong modern. Berbagai perubahan yang terjadi tidak hanya menyangkut tatanan di dalam kehidupan sosial ekonomi, juga politik, kebahasaan dan kebudayaan.
       Di tengah kemajuan zaman seperti ini kita tentunya tidak boleh melupakan akar budaya yang telah ada karena budaya-budaya  itu mengandung nilai-nilai yang sangat luhur yang perlu tetap dilestarikan. Kebudayaan sapi sonok yang dimiliki kabupaten sumenep  juga terus dilestarikan didesa pasongsongan. Kebudayaan tersebut dijadikan sebagai  Ajang silaturrahmi bagi masyarakat desa pasongsongan khususnya para pemilik sapi sonok. selain itu kebudayaan sapi sonok juga menjadi hiburan bagi masyarakat sekitar.
Gambar Sapi sonok memasuki pintu gapura
Gambar Sinden Penghibur pemilik sapi saat meninggalkan pintu gapura
Gambar Mahasiswa KKN ikut serta dalam acara paguyuban 
Dalam hal ini kearifan lokal  perlu terus digali sambil tetap menikmati kebudayaan urban di tengah modernisasi saat ini. Melupakan kearifan lokal yang ada berarti mengingkari eksistensi warisan budaya nenek moyang yang sangat bernilai. Selain sapi sonok juga ada beberapa di antaranya adalah bahasa dan budaya daerah. Upaya yang dilakukan masyarakat Pasongsongan untuk melestarikan budaya lokal terlihat dari keantusiasan mereka dalam acara-acara festival kebudayaan dan acara-acara tradisi keagamaan setiap minggu maupun setiap tahun.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar