Perkembangan Budaya Lokal
di Desa Pasongsongan
Budaya
Sumenep adalah budaya yang tumbuh dan hidup dalam masyarakat Sumenep. Budaya
Sumenep dikenal dengan budaya yang sangat menjunjung tinggi sopan santun.Pada
umumnya karakter masyarakat Sumenep adalah periang, ramah-tamah (andep ashor), murah senyum,
lemah-lembut, dan sangat menghormati orang tua.Itulah cermin budaya masyarakat
Sumenep. Jika diamati melalui tutur bahasanya, di Madura, maka semakin ke Barat
akan semakin kasar. Mulai dari paling timur yaitu Sumenep, Pamekasan, Sampang dan
Bangkalan.Tutur bahasa masyarakat Sumeneplah yang paling halus dan ini juga
berlaku bagi watak masyarakatnya.
Kebudayaan
Sumenep memiliki ciri khas tertentu yang membedakannya dari
kebudayaan–kebudayaan lain. Secara umum masyarakat Madura dikenal sebagai
masyarakat yang Gigih dalam bekerja, watak kasar, religius, dan sangat
spiritual. Selain itu Sumenep juga memiliki sejumlah nilai-nilai lain seperti
kesopanan, rendah hati terhadap sesama, hormat kepada yang lebih tua, dan
menyayangi kepada yang lebih kecil. Pada kebudayaan Sumenep keseimbangan magis
di pertahankan dengan cara melakukan upacara-upacara adat sedangkan
keseimbangan sosial masyarakat Sumenep melakukan gotong-royong untuk
mempertahankannya.
Budaya
Sumenep memiliki banyak kesenian, diantaranya adalah kesenian tradisonal musik tong-tong, musik hadrah,dan mancak yang
biasanya di mainkan pada saat ada pagelaran kesenian dan lomba-lomba di Kota
Sumenep. Desa Pasongsongan juga kaya akan tradisi-tradisi keagamaan yang
menjadi kegiatan rutinan warga, seperti jama’ah hotmil qur’an (hataman
al-qur’an), jama’ah rukun kifayah,
muslimatan ibu fatayat, jama’ah
tarekat naqshabandiyah wa al-qadariyah.
Sedangkan tradisi keagamaan tahunan
adalah tradisi samman, Sageddog dan rokat tase’.Semua kebudayaan ini,
tetap dilestarikan dan sudah melekat
pada masyarakat Pasongsongan.
![]() |
Gambar Group musik tong-tong Angin Ribut
|
Gambar Personel musik
tong-tong Angin Ribut
|
Saat
ini peradaban manusia telah maju. Hal tersebut telah terbukti dari
budaya-budaya modern yang muncul dan mengisi dimensi-dimensi kehidupan manusia
mulai dari kehidupan rumah tangga sampai kemajuan teknologi industri dan
informasi. Hal-hal tersebut menandakan bahwa masyarakat telah menikmati hasil
cipta rasa, dan karsa yang berupa hasil-hasil budaya yang tergolong modern.
Berbagai perubahan yang terjadi tidak hanya menyangkut tatanan di dalam
kehidupan sosial ekonomi, juga politik, kebahasaan dan kebudayaan.
Di tengah kemajuan zaman seperti ini kita
tentunya tidak boleh melupakan akar budaya yang telah ada karena
budaya-budaya itu mengandung nilai-nilai
yang sangat luhur yang perlu tetap dilestarikan. Kebudayaan sapi sonok yang
dimiliki kabupaten sumenep juga terus
dilestarikan didesa pasongsongan. Kebudayaan tersebut dijadikan sebagai Ajang silaturrahmi bagi masyarakat desa
pasongsongan khususnya para pemilik sapi sonok. selain itu kebudayaan sapi
sonok juga menjadi hiburan bagi masyarakat sekitar.
![]() |
Gambar Sapi sonok memasuki pintu gapura
|
![]() |
Gambar Sinden Penghibur pemilik sapi saat meninggalkan pintu
gapura
|
![]() |
Gambar Mahasiswa KKN ikut serta dalam acara paguyuban
|
Dalam hal ini kearifan lokal
perlu terus digali sambil tetap menikmati kebudayaan urban di tengah
modernisasi saat ini. Melupakan kearifan lokal yang ada berarti mengingkari
eksistensi warisan budaya nenek moyang yang sangat bernilai. Selain sapi sonok
juga ada beberapa di antaranya adalah bahasa dan budaya daerah. Upaya yang
dilakukan masyarakat Pasongsongan untuk melestarikan budaya lokal terlihat dari
keantusiasan mereka dalam acara-acara festival kebudayaan dan acara-acara
tradisi keagamaan setiap minggu maupun setiap tahun.




Tidak ada komentar:
Posting Komentar